Curug Sang Hyang Taraje

Curug Sang Hyang Taraje Wisata Bernuansa Alam yang Instagrammable

Curug Sang Hyang Taraje merupakan tempat wisata yang berada di Kampung Kombongan, Pakenjeng, Pamulihan, Garut, Jawa Barat. Suasana alam yang terdapat pada wisata ini dapat dijadikan sebagai obat pelipur lelah dari hiruk pikuknya beban pikiran anda.

Air terjun ini terletak agak tersembunyi, yaitu di sebuah lembah Desa Pakenjeng yang berada di daerah Garut, Jawa Barat. Adanya deretan bukit yang hijau dan mengelilingi kawasan curug, wisata ini seolah menjadi bingkai dari lukisan alam yang sangat elok dipandang mata. Salah satu kegiatan rekreasi yang dapat dinikmati dengan orang tersayang maupun diri sendiri adalah kecantikan dari alam yang sangat memikat hati para penikmatnya.

Kondisi alam di sekitar kawasan curug ini terbilang masih alami. Wisata  merupakan salah satu wisata air terjun atau curug yang saat ini paling sering dikunjungi para wisatawan pada musim liburan dan akhir pekan. Selain memiliki panorama alam yang cukup indah, curug ini juga memiliki mitos dan sejarah, serta asal usul penamaan wisata yang menarik.

 

Daya Tarik Curug Sang Hyang Taraje  

Curug ini membentuk 2 jalur air terjun, dengan ketinggian air  sekitar 82 meter yang berada pada ketinggian 660 mdpl. Tak heran jika udara disini cukup dingin karena merupakan salah satu air terjun tertinggi yang berada di Garut. Para pengunjung dapat berenang dan mandi di area sekitar curug dengan merasakan sensasi dinginnya air.

Harga Tiket Masuk

Wisata curug ini sangat menarik dan recommended untuk quality time bersama teman yang memiliki jiwa petualang tinggi. Selain tiket masuk dengan harga terjangkau juga dipenuhi dengan fasilitasnya yang lumayan. Cukup mengeluarkan biaya tiket sebesar Rp 6.000 per orang sudah bisa menikmati keindahan Curug Sang Hyang Taraje. Jadi, sangat recommended banget buat anda yang ingin liburan dengan nuansa alam pegunungan.

Fasilitas

Dari waktu ke waktu, fasilitas yang disediakan semakin bagus dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Para pengunjung dapat menggunakan fasilitas yang tersedia pada wisata curug ini seperti spot foto, bangku, dan gazebo. Beberapa warung di gerbang masuk juga sudah ada, tidak lagi seperti dulu yang hanya ada warung dadakan saat hari libur saja. Akses jalan menuju lokasi cukup bagus dan aman karena tidak lagi tanah melainkan sudah di semen. Di sekitar air terjun juga sudah lebih tertata, sehingga menarik lebih erat pandangan para pengunjung.

Rute Menuju Curug

Untuk menuju ke lokasi wisata disarankan untuk menggunakan sepeda motor supaya lebih aman. Jarak tempuh menuju Curug Sang Hyang Taraje dari pusat Kabupaten Garut sekitar 45 KM. Rute pertama yang diambil adalah arah Kecamatan Cikajang. Untuk menuju Kecamatan Bungbulang langsung ambil jalur kanan pada pertigaan sebelum Kecamatan Cikajang.

Dalam tengah perjalanan nanti anda akan melewati wisata yang juga bernuansa alam pegunungan, namanya adalah Curug Orok. Setelah itu, nanti akan bertemu pertigaan, anda langsung belok kanan menuju Desa Pakenjeng. Salah satu alternatif kendaraan lainnya anda bisa naik angkot dengan jurusan Cikajang-Pananjung. Kemudian lanjut perjalanan dengan memesan ojek untuk menuju lokasi wisata ini.

Panjangnya perjalanan yang anda lewati tentunya memakan waktu cukup banyak dengan jalan yang berkelok-kelok. Akan tetapi luasnya hamparan perkebunan teh yang hijau dan pemukiman warga sekitar dapat membuat anda lebih rilex ketika berkendara karena suasananya yang sejuk.

Mitos Curug

Dalam bahasa Sunda, curug artinya air terjun. Pada zaman dahulu para dewa atau raja memiliki sebutan kehormatan dengan nama Sang Hyang. Dalam bahasa Sunda kata Taraje artinya tangga. Konon katanya para dewa menggunakan curug ini sebagai tangga untuk menuju ke kayangan.

Di dekat air terjun ini terdapat batu yang berbentuk tapak raksasa yang konon itu adalah tapak Sangkuriang. Akan tetapi, tidak semua orang dapat menemuinya. Batu yang berada di bawah air terjun menurut masyarakat dipercaya sebagai tempat penyimpanan bintang (harta karun) Sangkuriang yang dijaga oleh belut raksasa.

Dari banyaknya informasi yang tersalurkan dapat disimpulkan bahwa curug ini merupakan air terjun kembar dengan tangga sangat besar jika dilihat dari kejauhan. Sehingga wajar saja jika air terjun ini dinamai Curug Sang Hyang Taraje.