Berita  

Waspada! Ini 6 Bahaya Makan Mie Instan Setiap Hari bagi Kesehatan

Waspada! Ini 6 Bahaya Makan Mie Instan Setiap Hari bagi Kesehatan

Indotnesia – Makan Indomie, Mie Sedaap, Supermi, Nissin Ramen, Samyang, dan sejenisnya memang lezat di lidah. Namun, makan mie instan setiap hari bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Meski tiap merek memiliki rasa dan nutrisi yang berbeda, namun harap diketahui, sebagian besar mie instan cenderung rendah serat dan protein. Belum lagi, kandungan lemak, karbohidrat, natrium, dan mikronutriennya yang justru lebih tinggi.

Lalu, apa jadinya kalau kita kebanyakan mengonsumsi mie instan? Berikut bahaya makan mie instan setiap hari seperti dikutip dari Health Digest:

Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah istilah medis untuk menggambarkan kombinasi beberapa kondisi kesehatan, yang meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Konsumsi mie instan dapat memicu tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.

Kelebihan NatriumĀ 

Meski termasuk nutrisi yang penting, makan terlalu sodium atau natrium dapat berbahaya bagi kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan batasan konsumsi natrium harian yakni 2.400 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per hari.

Dalam satu kemasan Indomie Goreng Rasa Rendang terdapat 1.060 mg natrium. Bahkan beberapa merek mie instan lainnya kandungan natriumnya bisa lebih banyak. Belum lagi, kita juga mengonsumi garam dari makanan lain setiap harinya.

Kelebihan natrium berdampak pada tekanan darah sehingga menyebabkan hipertensi dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Tekanan Darah Tinggi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, makan mie instan setiap hari bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Dari situ, kemudian secara perlahan bisa berdampak buruk pada arteri, jantung, otak, ginjal, mata, dan seksualitas.

Tekanan darah tinggi juga naik secara tiba-tiba hingga menyebabkan hilangnya ingatan, kebutaan, masalah fungsi ginjal, nyeri dada, edema paru, serangan jantung, dan stroke.

Kenaikan Berat Badan

Makan mie instan setiap hari bisa menyebabkan kenaikan badan. Memang jumlah kalori yang tercantum pada kemasan tampak tidak mengkhawatirkan pada awalnya, tapi sebagian orang nggak sadar kalau mereka mengkonsumsinya lebih dari satu porsi.

Bahkan semangkuk besar mie instan akan membuat Anda merasa lapar lagi. Mie instan tidak membuat Anda kenyang? Ya, ini karena makan dengan banyak karbohidrat olahan dapat menyebabkan gula darah melonjak, kemudian turun, sehingga mendorong Anda makan lebih banyak lagi.

Kandungan serat dan protein yang rendah dalam mie instan juga membuat Anda tidak dapat mempertahankan indeks massa tubuh (BMI) yang sehat. Mie instan mengandung banyak lemak jenuh yang bikin lingkar pinggang bertambah.

Kerusakan Hati

Selain risiko sindrom metabolik, penambahan berat badan, dan gagal jantung, mie instan dapat menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi secara berlebihan.

Beberapa bahan mie instan terutama pengawet sangat sulit dihancurkan oleh hati. Sebenarnya ada beberapa makanan tidak sehat lainnya yang harus dihindari termasuk daging olahan, donat, popcorn di bioskop, tiram mentah, jus buah manis, dan selai kacang rendah lemak.

Kekurangan Nutrisi

Jika mengonsumsi mie instan setiap hari, kita akan kehilangan nutrisi yang penting bagi tubuh, yakni serat dan protein. Dengan serat yang cukup, pergerakan usus menjadi lebih baik, berat badan seimbang, dan menurunkan risiko jantung, diabetes, serta beberapa jenis kanker.

Makan protein yang cukup juga membantu tubuh memperbaiki sel sehingga penting bagi pertumbuhan dan perkembangan, terutama anak-anak, remaja, dan ibu hamil.

Itulah beberapa bahaya makan mie instan setiap hari bagi kesehatan. Kita sebenarnya masih boleh menikmati makanan tersebut asal tidak berlebihan.

Pastikan pilih mie yang sehat, atau gunakan setengah dari paket bumbunya, dan tambahkan juga sayur dan protein.

#Waspada #Ini #Bahaya #Makan #Mie #Instan #Setiap #Hari #bagi #Kesehatan

Sumber : indotnesia.suara.com