Berita  

Bahaya Makan Keripik Pedas Seperti Irfan Hakim, Kata Luhut Soal Peningkatan Kasus Covid-19

Loka.co.id – Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara tentang peningkatan kasus Covid-19 menjadi berita terpopuler kesehatan hari ini, Kamis (9/6/2022).

Ada juga bahaya makan kripik pedas seperti Irfan Hakim hingga perkembangan terbaru vaksin Covid-19 BUMN.

Simak rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Loka.co.id, berikut ini.

1. Belajar dari Irfan Hakim, Makan Keripik Pedas Bisa Menyebabkan 4 Gangguan Pencernaan Ini

Baca Juga:
Luhut Tunda Kenaikan Tarif Tiket Candi Borobudur, Ganjar: Itu Bijaksana

Irfan Hakim dan Tanboy Kun makan keripik pedas yang membuatnya masuk rumah sakit. [YouTube deHakims]
Irfan Hakim dan Tanboy Kun makan keripik pedas yang membuatnya masuk rumah sakit. [YouTube deHakims]

Presenter Irfan Hakim dilarikan ke IGD setelah menerima tantangan dari YouTuber Tanboy Kun untuk makan keripik pedas.

Tidak sendiri, beberapa kru Irfan Hakim yang juga mencicipi keripik pedas tersebut dibawa ke rumah sakit. Bahkan, ada salah satu dari kru pingsan akibat memakan keripik pedas.

Baca selengkapnya

2. Kasus Covid-19 Tembus 500 Dalam Tiga Hari Terakhir, Luhut: Kita Tidak Bisa Terus Begini

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada acara Evaluasi Aksi Afirmasi Peningkatan Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, di Jakarta Convention Center (JCC), pada Selasa, (24/5/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden-Lukas/pri.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada acara Evaluasi Aksi Afirmasi Peningkatan Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, di Jakarta Convention Center (JCC), pada Selasa, (24/5/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden-Lukas/pri.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 500 kasus dengan laju penularan atau positive rate juga sudah mencapai 1 persen dalam tiga hari terakhir. 

Baca Juga:
Kumpulkan Pengusaha Minyak Goreng di Bali, Luhut: Saya Tidak Mau Diatur

“Kita semua harus kompak menghadapi ini karena tidak bisa berlama-lama juga terus begini. Tapi tiga hari berturut-turut di atas 500, saya cukup khawatir karena positivity rate tadi pagi saya lihat sudah satu yang tadinya 0,5 sampai 0,8 persen, berkisar itu, sekarang sudah 1 persen,” katanya seperti dikutip dari ANTARA, Kamis, (9/6/2022). 

Baca selengkapnya

3. Wamenkes Sebut Vaksin BUMN Akan Digunakan Sebagai Booster Covid-19, Apa Alasannya?

Petugas kesehatan memeriksa kesehatan warga yang akan menerima suntikkan vaksin COVID-19 booster di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (3/4/2022). [Loka.co.id/Angga Budhiyanto]
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan warga yang akan menerima suntikkan vaksin COVID-19 booster di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (3/4/2022). [Loka.co.id/Angga Budhiyanto]

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengatakan vaksin BUMN untuk Covid-19 akan digunakan sebagai vaksin booster atau vaksinasi dosis ketiga untuk masyarakat Indonesia.

Ini karena mayoritas masyarakat Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dua dosis, dengan total lebih dari 400 juta suntikan.

Baca selengkapnya

4. Paman Sebut Sugar High Jadi Penyebab Kenakalan Pangeran Louis Saat Acara Jubilee

Kate Middleton dan Pangeran Louis (Dok: Twittter/@fashiondiva1984)
Kate Middleton dan Pangeran Louis (Dok: Twittter/@fashiondiva1984)

Paman Pangeran Louis, Mike Tindall menyebut permen tinggi gula sebagai penyebab kenakalan keponakannya dalam acara Platinum Jubilee beberapa waktu lalu. Hal itu ia jelaskan dalam podcast terbaru yang dibagikan, Selasa kemarin.

Mantan pemain rugby itu mengatakan bagaimana kedia putrinya, Zara Tindall dan Lena juga bertindak ‘nakal’ selama acara Jubilee. Kata Mike, acara memang dipenuhi banyak permen, dan membuat anak-anak mengalami sugar high.

Baca selengkapnya

5. Bisa Fatal Akibatnya, Ternyata Ini Beda Pusing dan Sakit Kepala

Ilustrasi pusing. (freepik.com/karlyukav)
Ilustrasi pusing. (freepik.com/karlyukav)

Pusing termasuk gangguan kesehatan yang sering dialami siapa saja, baik muda maupun lanjut usia. Tetapi, sejumlah orang mungkin kerap menyamakan pusing dengan sakit kepala. 

Walaupun sama-sama membuat nyeri di kepala, tapi antara pusing dengan sakit kepala sebenarnya berbeda. Pasien perlu bisa membedakan keduanya agar saat periksa diri ke dokter bisa memberikan info yang tepat, sehingga memudahkan diagnosis.

Baca selengkapnya



#Bahaya #Makan #Keripik #Pedas #Seperti #Irfan #Hakim #Kata #Luhut #Soal #Peningkatan #Kasus #Covid19

Sumber : www.suara.com